Jumat, 01 Juni 2012

YESUS MESIAS (oleh: Rufinus Nikolaus, N.)





PENGANTAR
            Pada zaman sekarang, pengertian Mesias sudah menjadi baku, bahwa Yesus Kristuslah Mesias yang telah datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia dari dosa, sehingga setiap orang memperoleh hidup yang kekal pada saat kedatangan-nya untuk yang kedua kalinya. Kita mengenal Yesus sebagai Mesias, Penyelamat yang menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
            Bangsa Israel sebagai bangsa Allah sudah menantikan kedatangan Mesias dengan berpegang pada nubuat para nabi. Namun ketika Yesus datang ke dunia Bangsa Israel kurang menerima Yesus sebagai Mesias. Figur Yesus tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh Bangsa Israel. Namun, bagaimanakah konsep Mesias yang mereka harapkan? Hal ini akan dicoba dijawab secara singkat berdasarkan metode Kristologi dari atas yang lebih menekankan Kemesiasan Yesus sebagai Putera Allah.

Yesus Mesias
            “Mesias” dan “Kristus” sama-sama dimengerti sebagai “Yang Terurapi” dan menunjuk pada seorang figur yang akan mendirikan Kerajaan Allah yang kekal di bumi yaitu suatu kerajaan damai. Orang Kristen percaya bahwa Yesus diurapi oleh Allah untuk merintis Kerajaan Allah yang kekal.[1] Yesus wafat sebagai Mesias, dan seluruh peristiwa sebelumnya semasa hidupnya juga mengarah ke situ. Tetapi, mengapa Yesus disebut Mesias? Ketika orang hendak membawa Yesus dengan paksa untuk dijadikan sebagai Raja, Ia menyingkir ke gunung seorang diri (Yoh 6: 25). Sesudah pengakuan Petrus: “Engkaulah Mesias”, Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia, Mengapa? Hal ini dirasa tidak jelas. Yang jelas bahwa jika Yesus mulai berbicara mengenai sengsara dan wafat-Nya, “Petrus menarik Dia ke samping dan menegur Dia”. Petrus tidak dapat menerima Yesus yang harus menderita walaupun hal itu justru harus diterima.[2]
            Injil Markus mewartakan Yesus Mesias melalui banyak gelar. Gelar-gelar yang diberikan kepada Yesus antara lain: orang Nazaret, Guru, Nabi, Putra Daud, Mesias, Anak Allah, Anak Manusia dan Tuhan. Gelar Orang Nazaret, Guru dan Nabi dipakai Markus untuk menekankan asal-usul dan status Yesus ketika berhadapan dengan Orang Yahudi.
            Gelar Putra Daud, Mesias, Anak Allah dan Anak Manusia dipakai Markus untuk mewartakan kepada jemaat Kristen bahwa Yesus menggenapi seluruh pengharapan mesianis Israel. Bagi orang Israel, keempat gelar ini mempunyai arti dasar yang sama, yaitu pribadi yang terurapi yang disebut Mesias. Mesias dikenal sebagai Raja yang akan datang untuk menaklukkan musuh-musuh Israel; membebaskan Israel dari perbudakan dan penderitaan serta menciptakan keadilan dan perdamaian. Mesias yang akan datang itu berasal dari dinasti Daud dan akan disebut Mesias, Putra Daud. Diyakini bahwa Mesias Putera Daud adalah Anak Allah. Harapan Mesianis Putra Daud dikenakan pada Yesus, “Yesus Putra Daud kasihanilah aku” (Mrk 10: 47).[3]
            Gagasan mereka tentang Mesias dimurnikan terus oleh Yesus. Mesias harus menderita dan justru dalam penderitaan itulah tampak dengan jelas bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus sebagai Mesias tidak boleh dipandang sebagai seorang pemimpin tentara seperti yang diharapkan orang Yahudi pada waktu itu tetapi justru dengan penderitaan dan wafat-Nya, Yesus mematahkan hukum balas membalas yang terus melahirkan penderitaan dan kejahatan. Namun, orang Yahudi sangat sulit untuk dapat menerima pandangan ini.[4]


Refleksi Penulis

            Dalam Gereja dapat ditemukan peranan Yesus Mesias sebagai pemimpin yang solider dengan manusia. Gereja, melalui sakramen-sakramen yang dimilikinya mewartakan karya keselamatan Yesus Mesias bagi semua orang. Penderitaan Salib menjadi dasar dan bukti cinta kasih Allah bagi manusia dalam diri Yesus Mesias. Yesus Mesias memberikan seluruh hidup-Nya sebagai tebusan semua orang agar semua orang yang ditebus dibawah kepemimpinan Yesus Mesias, kembali kepada Allah satu-satunya sumber keselamatan. Singkatnya, melalui misteri salib dan kebangkitan Yesus Mesias menghadirkan kuasa Allah yang menyelamatkan semua orang di tengah-tengah dunia. Oleh karena itu, dalam segala hal, Gereja mewartakan Yesus Mesias sebagai penyelamat dan pemimpin semua orang kepada kehidupan.
            Salib, penderitaan dan penolakan tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil dan pelayan Yesus Mesias di dunia. Seseorang harus berani untuk menerima dan memanggul salib bersama dengan Yesus Mesias bila dalam pelayanannya ia dituntut untuk hal itu. Seorang religius harus yakin bahwa dalam melaksanakan seluruh tugasnya ia tidak sendirian melainkan bersama dan bersatu dengan Mesias. Seseorang harus yakin bahwa dasar kekuatan dalam pelaksanaan tugasnya adalah Allah.
            Yesus Mesias menghendaki agar semua umat-Nya bersatu padu, sama seperti diri-Nya bersatu padu denga Bapa, Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa, dan mereka menjadi satu dan sama. Kesatuan dengan Yesus Mesias dimungkinkan oleh Roh Kudus. Maka dari itu, seseorang harus terbuka pada kurnia Roh Kudus. Sikap ini dapat dikembangkan melalui doa, meditasi dan kesetiaan pada tugas  dan tanggungjawab Yesus Mesias. Melalui penyatuan diri dengan Yesus Mesias seserorang akan mampu meneladani Yesus Mesias dalam seluruh hidupnya.teladan Yesus Mesias hendaknya menjadi prinsip dan dasar kekuatan pelayanan seseorang.



[1] Michael Keene, Yesus, (Yogyakarta: Kanisius, 2007), hlm. 102.

[2] Tom Jacobs, Imanuel: Peubahan dalam Perumusan Iman akan Yesus Kristus (Yogyakarta: Kanisius, 2000),  hlm…76-77.
[3] Yosef Lalu, Makna Hidup dalam Terang Iman Katolik ;  Yesus Kristus Pemberi Makna Hidup (Yogyakarta: Kanisius, 2010),  hlm. 258-259.
[4] W.R. Telford, The Theology of Gospel of Mark (Cambridge: University Press, 2006), hlm. 35.

1 komentar:

  1. Casino Queen at Rydham - MapyRO
    This casino is located at Rydham. It is located at 1012 남양주 출장마사지 Rydham Rd, Rydham, Northumberland. 제주도 출장안마 Directions is 삼척 출장안마 8.1.21 (1) 논산 출장안마 635-2446. 하남 출장안마

    BalasHapus